Monthly Archives: May 2009

Hari Yang Aneh,,,

Uhhhhhhh,,,,,,,,

Hari ini kesel sial banget, banyak keanehan2 yang terjadi,, my udah mulai merasakan ituh waktu pagi2 berangkat tadi,,

  1. Waktu berangkat tadi pagi hampir aja jatoh dari motor gara2 nabrak batu. *karena ilmu keseimbangan badan my lumayan bagus, akhirnya gk jatoh dech, tapi jantung dah hampir copot jg tadi saking takutnya*
  2. Ketemu sama orang paling nyebelin. *eh,, pliss dech,,, gak pasang wajah nyebelin aja kamu mmg udah nyebelin, palagi pasang wajah nyebelin? Komplit dech tuh*
  3. Ada seseorang *mantan gebetan* yang salah kirim sms, dan ujung2nya tau gk dia bilang apa? “sory, salah kirim” “ini sapa ya?” Beh,, dasar edan,, saking penasarannya akhirnya dia nelpon dan bilang, *iya, tadi saya kira temen saya, habisnya nomernya hampir sama sech*
  4. Setelah hampir jatoh, akhirnya Jatoh jg gara2 kepeleset, *sakitnya mmg gak seberapa, tapi malu nya ini lho*

Komplit banged kan derita my hari ini,,,,!!! Tapi besok jangan lagi ya, karena my mao besok adalah hari yang indah, tanpa keanehan2 gk penting, tanpa kejadian2 yang membuat saya makin edan,, mao bo2 cepat, trus besok bangun pagi2 dengan badan yang fresh… Agar segala sesuatu yang positif mengarah pada diri ini.

20 Comments

Filed under My Story, Sahabat, Uncategorized

When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms

Sumber : dari milisan sebelah,,,

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih
diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.

Dew berkata, “kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.

Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”. Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide
perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.

Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia
kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku,”He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya. “Ada sesuatu yg harus kukatakan”.

Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. “Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.

Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku,tapi ia bertanya secara lembut,”kenapa?” “Aku serius.”Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu
bukan laki-laki!”.

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi
oleh Dew.

Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan
sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.
Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah
kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan
ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana
romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh Kata- katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,”wah, papa membopong mama, mesra sekali”. Kata-katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,”mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku
melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa
semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang”

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, “semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua.” Aku memeluknya dengan kuat dan berkata “antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya,” Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius”.

Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam.” Kutepiskan tanganya dari dahiku. “Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan
menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”.

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.

Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis : “Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.”

Ternyata cinta ituh seperti tumbuhan, ia selalu akan tumbuh setiap hari apabila disiram, diberi pupuk dan dirawat dengan sepenuh hati. Tapi apabila dibiarkan begitu saja, maka dia akan layu dan mati dengan perlahan-lahan. Jadi,, pupuklah cinta agar selalu tumbuh dan berkembang setiap hari dan setiap waktu….

12 Comments

Filed under Hoby, Kata, My Blog, My Story, Uncategorized

Son Is Miracle

Terlihat jelas sinar wajah temen saya pagi ini sangat berseri-seri dengan alasan bahwa dengan bangganya dia mengatakan bahwa dia sudah punya seorang jagoan. Ya,,, istrinya baru saja melahirkan seorang anak laki-laki dengan berat 3.2 kg dan lahir dalam keadaan sehat walafiat. Ituh adalah anak pertamanya.

Hmm,,, dari raut wajahnya terlihat jelas betapa senank dan bangganya ia sekarang. Sampai2 pada saat ada keperluan izin bentar, dia sempat2in utk sekalian pulang hanya untuk melihat keadaan anaknya, padahal baru saja ia berangkat kerja.

Dia bilang, “baru aja sebentar pergi keluar rumah, eh,, dah pengen balik ke rumah lagi liat anakku”, *beeehhh,, baru 1 jam dah kangen sama anak??* ternyata walaupun seorang pria ituh keliatannya cuek banged,, ternyata cinta kasihnya ituh lho,,,, apalagi pada waktu dia menceritakan tentang detik2 istrinya akan melahirkan, dia bilang “melahirkan ituh  memang bener2 perjuangan antara hidup dan mati my, aku ampe kasihan liat istriku kesakitan seperti ituh” tadinya dia orang yang tidak bisa lihat darah, kalo udah liat darah bisa lemes, tapi pada saat istrinya akan melahirkan dia bela-belain temenin istrinya dan dengan sekuat tenaga dia melawan ketakutannya melihat darah.

Satu harian nech saya liat dia sibuk nelp ke rumah lah, sebentar sms lah,, dan pada saat istirahat makan tadi, dia bilang pengen buru2 pulang, bukan karena laper, tapi karena pengen liat anaknya. Wah,, ternyata anak ituh pengaruhnya dahsyat banget yak…..

Karena saya belom menikah dan punya anak, jadi saya belom tau gimana dahsyatnya pernikahan ituh. Mendengar ia bercerita ttg lutcunya anaknya, bercerita ttg betapa semangatnya dia sekarang, tentang semakin cintanya dia dengan istrinya. Hmm,,, jadi pengen nikah trus punya anak yg lutcu,,, *kapan yak…???*

Pernah saya liat acara d-show waktu ituh, ada seorang ibu yang tega untuk menjual anaknya dengan alasan factor ekonomi, si ibu berkata bahwa, mungkin dengan diasuh oleh orang lain, maka masa depan si anak akan lebih baik. Kq bisa2nya ya dia merelakan anak yang baru saja dilahirkannya hilang dari pandangan trus dia tidak tahu siapa yang mengasuh anaknya dan bagaimana anaknya tumbuh besar. Kq ada ya orang tua yang seperti ituh? Apa dia gak punya hati nurani??? *ntah lah,, mgkin dunia ini sudah edan,,*

Buat temen my, “met jadi orang tua baru yak, anak adalah titipan Allah,  jadi jaga dia sepenuh hati agar ia dapat berguna untuk keluarga, bangsa dan agama, aminnn*

20 Comments

Filed under Kata, My Story, Sahabat, Uncategorized

Menulis Saja,,,

Saya bukan penulis, karena saya pun tidak pandai untuk merangkai kata dan menyulam makna. Jadi, seandainya tulisan saya ituh hanya berupa sampah yang tidak bermakna buat kalian, maka jangan dibaca, ditinggalkan saja. Tapi seandainya dalam rangkaian kata saya ada yang salah yang menyinggung kalian, maka tegurlah saya, agar dapat memperbaiki kesalahan ituh. Seperti orang bijak bilang, “setinggi apapun ilmu yang kau dapat, selama kau tidak menulis, maka musnalah ilmu ituh”.

Kira2 seperti ituh yang dikatakan oleh orang bijak,

Karena menulis adalah kerja untuk keabadian, memang tidak semua orang dapat mengungkapkan sesuatu melalui tulisan, tapi mereka-mereka ituh pasti berkeinginan untuk melakukannya. Dengan harapan dapat menjadikan itu sebagai suatu kenangan untuk hari esok.

Saya sangat berterima kasih kepada wordpress yang telah menjadi sarana untuk membagi apa yang telah saya tulis, karena selama ini semua yang saya tulis hanya tersimpan di dalam folder computer yang diberi password, dengan alasan agar orang lain tidak dapat membacanya. Karena saya merasa tidak pede dengan tulisan saya sendiri.

Tapi sampai suatu saat seorang teman berkata bahwa, “kata2 yang kamu tulis kq bagus, Q boleh minta gk?” behhhhh,, gila gk tuh,, saat seseorang bilang tulisan saya bagus, & dia minta tuh tulisan. Disitu saya terkejut banged, terkejut karena tanpa sengaja seorang teman membaca tulisan saya, terkejut lagi kq bisa2nya ya dia bilang bagus,,

Saya inget banget tuh, tuh cma suatu coret2an di belakang binder kuliah saya, yang saya tulis pada saat saya bosen dengan dosen2 pada saat ngajar di depan kelas. Tulisan ituh tidak berupa artikel, puisi & saya jg tidak bisa menjelaskan ituh tulisan dalam bentuk apa. Dan satu hal yang sampai sekarang masih terus saja terjadi, saya tidak pernah membaca ulang apa yang telah saya tulis, karena saya merasa malu untuk membaca ulang tulisan saya. Butuh waktu lama untuk saya membaca ulang apa yang telah saya tulis. Tapi pada saat saya membaca ulang tulisan2 saya yang telah lama, maka terkadang saya tertawa geli sendiri,,,

Sejak saat ituh saya mencoba untuk terbuka dengan segala macam tulisan saya, dari situ saya mulai mengizinkan orang lain membaca apa yang saya tulis. Walaupun tulisan2 ituh memang tidak ada makna atau artinya. Tapi menurut saya ya ituh yang saya tulis, “jika anda suka, maka baca, tapi jika anda tidak suka, maka tinggalkan”. Simple kan, gk repot, gk harus capek2 baca tulisan saya yang tidak jelas ini.

Bahagia itu adalah jika kita bisa memahami dan mendukung keinginan orang lain dan ikut berbahagia merayakan keberhasilan mereka,,,,

33 Comments

Filed under My Blog, My Story

Kakaknya Yg Mana C??

Sebenernya udah kesekian orang bilang My & Adek my mirip, *wajar dnks, namanya jg kakak adik, malah kalo gk mirip ituh jadi aneh*. Namanya Arhin, Padahal My & Adek my ituh lahirnya beda 6 tahun, tapi ntah kenapa banyak orang yang bilang kalo kita berdua tuh kembar, 100 orang aja yang bilang my n arhin kembar, bisa2 kembar beneran nech. Kayaknya kalo dari dolo kembar mungkin seru juga yak,, *kira2 kayak apa ya??*

yg mana saya??

yg mana saya??

Tapi,, kalo saya sudah didandani seperti ini masih mirip gak ma arhin?? Continue reading

20 Comments

Filed under Kata, My Story, Sahabat

Cobalah,,,

Mencoba untuk selalu mengalah,

Mencoba untuk selalu memahaminya,

Mencoba untuk terus bersabar,

Mencoba untuk mengerti akan dirinya,

Mencoba untuk merasakan kegundahan hatinya,

Mencoba untuk tidak menyakitinya,

Semua ituh kau lakukan karena sangat mencintainya,

Takut kehilangan dirinya,

Takut mengalami patah hati,

Ingin terus berada disampingnya,

Tapi,,,, pernahkah dia berfikir untuk melakukan hal yg sama terhadapmu??

Apakah benar, kau bahagia???

ketika dunia ini begitu membosankan, coba Tanya kedalam hatimu, *masih ada kah cinta disana??*

11 Comments

Filed under Hoby, Kata, Sahabat

Narsis apa bukan yak??

Saya ini narsis??

Ah,, yang bener aja… saya gak naris kq, malah kadang cenderung gak pedean, apalagi kamera face *gak banged dech*… yang narsis tuh adeQ saya malah, karena semua folder nya hanya berisi foto2 mulai dari foto yang penting sampe gak penting.

Tapi kalo saya sech bukan narsis tapi hoby aja,,,, J

Tapi ntah kenapa saya demen banged foto & difoto, palagi kalo sedang dalam mood yang bagus & situasi yang bagus untuk foto2an. Walaupun kadang banyak foto2 gak jelas yang bisa saya dapatkan. Beruntung banged punya bro yang lumayan ahli dalam hal foto memoto, dan minggu kemaren beliau bersedia jadi fotografer dadakan buat saya & adeQ saya yang narsis ituh..

Kalo temen saya bilang sech, saya ini selalu saja foto2 dengan kamera hp saya yang gak seberapa ituh. Sebenernya alasan saya sech hanya ingin mengabadikan setiap moment yang ada, mau ituh moment penting, tidak penting dan sangat tidak penting sekali. Karena menurut saya terkadang setiap moment2 yang kita lalui dan hadapi gak mungkin bisa diulang lagi kan? Mana mungkin kamu bisa mengulang kejadiaan yang ada dengan situasi dan kondisi yang sama, ya kan?  Karena dengan mengabadikan sesuatu moment ituh akan membuat kita dapat mengenang apa yang pernah kita lalui, baik dengan keluarga, sahabat, kekasih, teman dan mungkin juga orang2 baru kita kenal.

Walaupun temen2 saya selalu saja melecehkan, *kq melecehkan yak?, kesan  nya gimana gituh* bukan melecehkan denk, tapi,,, ngejek dech,, kata mereka saya ini bener2 sosok manusia yang gilaaaaa fotooooo *tapi tetep aja cuek bebek walau dibilang seperti ituh,, wekkk*

Tapi,,,, jika situasi dan kondisinya tidak memungkinkan saya untuk mengambil foto, maka tidak akan saya paksakan,,, *misalnya nech, kalo saya harus menghadiri meet & greet ketemu sama Valentino Rossi yang gak boleh bawa kamera, mungkin saya akan tetep aja bawa kamera diem2 yang saya sembunyiin di tas ato saku saya*,, *walah,, ini mah namanya maksaaaaaa kaleeee*

18 Comments

Filed under Hoby, My Blog, My Story, Sahabat, Uncategorized