Mungkin kau sudah lupa bagaimana rasanya dicintai, disayangi, diperhatikan, dimanja,,
Mungkin kau juga sudah lupa bahwa kau juga punya hati,
Mungkin juga kau lupa bahwa kau ituh hanya manusia biasa,
Mungkin kau lupa bahwa kau takkan sanggup jadi malaikat,
Coba Tanya kedalam hatimu, kapan sich terakhir kali kau merasakan dicintai, disayangi, diperhatikan, dikangeni?
Coba kau fikirkan lagi, kapan sich terakhir kali kau merasa dirimu ada bersamannya?
Coba kau fikirkan lagi, kapan sich terakhir kali kau merasa sangat nyaman dengannya?
Kau hanya diam, tak dapat menjawab semua pertanyaan ituh,
Kau hanya diam bahwa kau memang sudah sangat lama tak merasakan ituh semua,
Kau hanya diam menyadari akan dirimu sendiri,
Karena selama ini kau hanya melakukan bagaimana cara agar kau terus mencintainya,
Kau melakukan bagaimana caranya agar kau tak menyakitinya,
Kau melakukan bagaimana caranya agar dia bisa merasakan cintamu,
Dan kau tidak pernah sadar akan hal ituh,,,
Hanya karena mengatasnamakan cinta,,,
Ya,, cinta yang hanya mencintai,,,,
Tapi satu pertanyaan,,, “apa bisa bahagia hanya dengan mencintai??”
*dan ingat satu hal, Kita Hanya Manusia Biasa, Bukan Malaikat*
apapun dan bagaimanapun cinta ituh,,
alangkah indah nya jika saling mencintai,,
bukan hanya dicintai
atau hanya mencintai,,,
Cintai dong Batavusqu agar nempel di dinding mu
salam Takzim Batavusqu
lagi sesi melankolis ya…?
hee,hee :p
kayaknya iya bg,,,
oke lah, ke tempat abang deh.. ada award tuh
karena manusia biasa itulah kita punya rasa
bener pak,,, kita hanya manusia biasa,,,,
bettull.. setoedjoeee…………..
betul setuju apanya nech?
tp waktu itu aku nyuruh malaikat jagain kamu …mereka bilang gk biasa jaga malaikat ha ha ha
walah,, yg dimaksud malaikat ituh sapa ???
Ehm… Btw siapa tuh “KAU” nya..???
hehehhe,,, ada dech,,,
Manusia bukan malaikat…..
Sore ini kudengar langsung dri ustadz saat menjelang buka bersama di kantor mengatakan bahwa Manusia lebih sempurna dan bahkan lebih Mulia bila manusia itu bisa memanusiakan dirinya…..
Semoga kita bisa menuju manusia yang sempurna
amin,,,,,,,,,,,,,,,
oh iya kapan ya rumahku masuk dalam daftar link, ditunggu ya..
dan satu lagi ajarin saya bikin list daftar link yang sama dengan daftar link, biar menghemat tempat.
Terima kasih best friends
Assalamualaikum
Minta terus ah masa sih ga dikasih nih malaikat apa bukan ya
permintaan saya tempelin dong Batavusqu di dinding myryani
Salam Takjim Jakarta
blue lagi minum juz buah tuk sapa u
gimana cabarnya?
salam hangat selalu
(pass) …
Kunjungan pertama…
Aku cuma tertarik dengan kalimat yang ini aja deh… *dan ingat satu hal, Kita Hanya Manusia Biasa, Bukan Malaikat*
Jadi kenapa kalau kita hanya manusia biasa?
bukankah kita memiliki lebih banyak kelebihan yang diberikan TUHAN dibandingkan Malaikat…
Manusia adalah mahluk yang paling sempurna penciptaan-nya… lengkap dengan akal pikiran, dan nafsu… sehingga kita bisa merasakan cinta, kasih sayang, memiliki keinginan, cita – cita, dan lain – lain… sedangkan malaikat tidak…
Malaikat tidak memiliki keinginan, perasaan, cinta, kasih sayang dan lain – lainnya… Ya… Malaikat hanyalah Mahluk yang diciptakan sebagai Mahluk Yang PALING PATUH pada perintah SANG PENCIPTA…
manusia bukan malaikat…,
tapi apa salahnya kalau manusia mencoba berusaha menjadi
sempurna seperti malaikAT
Pingback: Open Source Blog Post Award | Nich bukan nik atau nih
Manusia adalah manusia. Bukan setan, bukan malaikat. Tapi manusia bisa berusaha bening seperti malaikat dengan membuang keburukan dari setan. Di luar segalanya, manusia punya hati. Itu yang membuat kita punya rasa.
idealna seeh my dicintai dan mencintai..
emm..iyah kita bukan malaikat…cuma manusia biasa yan9 masih punya rasa dan hasrat..
ada apa neeh my
numpang beken disini ah he he…
wanita…sering melo ya…aku juga…palagi pas lagi sedih…paling sering nulis untuk meluapkan emosi…habis itu ploooooonggggggg