Monthly Archives: May 2010

so sad,,,

hari ini senenk sebenernya…
tp ntah kenapa menjelang malem gini kq jadi sedih….
tau gituh td pulang dari ngumpul2 ma kurcaci n ibu peri langsung bo2k,
gak usah pake ngidup2in kompi segala…
jadinya kan gak sedih gini,,
kalo dah gini mao tidurpun pasti gak bisa,,,
jadi mao ngapainlah…????
uhhhhhhhhhh,,,,
sebenernya dah capek banget insomnia gini,,
pengen bo2k cepat, biar pagi2 bisa fresh waktu ngantor,,,
palagi td waktu ibu peri bilang, “my, kamu kq kurusan c??”
uhhhhh,, saya kan bingung mau jawab apa…
wong saya juga gak tau kenapa berat badan saya semakin menurun ajah…

next time, kalo ketemu ma kurcaci n ibu peri lagi, harus sudah terlihat agak gemukkan dech..
butt,,, kenapa i’m so sad now ya????
huuuuuuuuuuuuffffftttttttttttttttt…..

6 Comments

Filed under Cinta, Kata, My Story, Sahabat, Uncategorized

jangan,,,

Jangan pernah hidup dalam kebohongan,
Jangan pernah hidup dalam kemunafikan,
Jangan pernah hidup dalam keserakahan,
Jangan pernah hidup dalam kerakusan,
Tapi,,,,
Hiduplah dalam kejujuran,
Hiduplah dalam kebenaran,
Hiduplah dalam kedermwaan,
Hiduplah dalam kasih sayang,

5 Comments

Filed under Cinta, Kata, My Story, Puisi, Uncategorized

cerita kelereng,,,

dapet dikiriman email dari salah seorang teman,,,, coba baca & renungkan dech…

Kisah 1001 Kelereng

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.
Continue reading

10 Comments

Filed under Cinta, Kata, My Blog, My Story, Uncategorized