Diusia Senja,,,

Memiliki segalanya saya rasa adalah dambaan setiap manusia yang ada didunia ini. Ibarat istilah, muda foya2, tua kaya raya, mati masuk surga. Siapa yang gak mau coba, semua orang pasti mau dnks. Tapi apa iya semua orang dapat mengalami hal ituh. Pasti gak dnks,, karena tidak semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan. Saya teringat dengan seorang kakek yang kebetulan menjadi seorang buruh angkut, kalau saya lihat sich umurnya sudah sekitar 60 tahunan gituh. Jadi iseng2 saya Tanya ke kakek ituh,

Saya : “kek, masih kuat ya angkat2 barang sebesar2 ituh, hampir setiap hari lagi?”

Kakek : “ya kuat nak, namanya juga kerja”

Saya : “koq masih kerja c kek?  kenapa gk dirumah aja?”

Kakek : “namanya jg cari makan, jadi harus kerja trus”

Saya : “lho, mmgnya anak kakek masih ada yg kecil?”

Kakek : “oh,, anak saya sudah besar2 semua, sudah pada nikah, malah saya sudah punya cucu”

Saya : “nah,, kenapa gk minta diurusi anaknya aja kek? jadi kakek kan gk perlu repot2 kerja lagi”

Kakek : “terpaksa harus tetap kerja nak, malah terkadang anak2 n cucu saya saja makannya saya yang nanggung”

Degggg,,,,,,

Diujung senja usia nya dia masih saja harus bekerja keras demi melanjutkan hidupnya, kalau boleh saya berkesimpulan, bahkan anak2nya tidak memperdulikan bahwa ayahnya sekarang sudah tua. Bukan waktunya lagi untuk bekerja, karena sudah sepantasnya anak2nya merawatnya. Memberikan sedikit apa yang anaknya dapatkan, sebagai tanda bakti kepada orang tua yang selama ini telah merawatnya. Betapa teganya si anak masih membiarkan ayahnya bekerja keras menghidupi keluarga dan tetap melakukan pekerjaan yang menurut saya sudah tidak layak dilakukan oleh orang tua seusianya.

Tapi itulah tuntutan hidup terkadang kita memang tetap harus berjuangan, sampai kapan pun, karena hidup ini memang harus diperjuangkan. Jika saya diberikan waktu oleh Allah, maka saya ingin merawat orang tua saya hingga diusia senjanya, dimana ia akan disibukkan hanya untuk melihat cucu2nya bermain bersamanya. Lalu orang tua saya bercerita tentang bagaimana bandel dan nakalnya saya dulu waktu kecil kepada cucu2nya.

21 thoughts on “Diusia Senja,,,

  1. iya kadang bahkan terbesit, hidup itu g adil y…tp kalau dicermati lg keadian mungkin bs sj ada pd energi,kekuatan dan perjuangan yang tangguh yg dilakukan oleh banyak ‘org2 kecil’…
    Allah memang Maha Tahu dan Adil.
    Bljr dr org2 kuat sprti kakek itu adalah sebuah hadiah yg bsr untuk org2 yg mau mengikuti jejak ketulusan cintanya…🙂

    Emy, g salah mmg klo aQ ngasih lg award buat Qmu sist..hehe

    yups,,
    pa kabar nya sar? dah lama gk kedengeran suaranya,,,,
    segera my ambil dech,,,

  2. HHmmm …
    Setua itu masih bekerja …
    Masih jadi tumpuan anaknya yang sudah dewasa pula …
    ah kasihan bapak itu …

    kasian sekali pak, kalo liatnya gak tega dech,,,

  3. waduh kayaknya kok serakah kalo harus memiliki SEGALANYA…. secukupnya aja deh…yang penting bisa dinikmati dengan orang2 tercinta…he he..

    “dinikmati org2 tercinta”,,, ituhlah inti dari segala2nya ya,,,

  4. aduh, gak tega deh kalo ngebahas orang lansia kayak gitu.
    harusnya di usia yang udah gak muda lagi, dia menikmati masa tua nya dengan uang dari hasil kerja nya di masa mudanya atau dari anak-anaknya.😦

    iyak rossa, tp ya ituhlah sang kakek, harus tetap berjuang,,
    salut bener saya dengan perjuangannya,,,

  5. selamat malam jeung
    pa cabar?

    wah wah postingannya manteb banget dech
    seusia itu semestinya istirahat ya kan?

    selamaat malem jg,,
    makasi yak,, iyak, harusnya seperti ituh, tp yang ini gk,,

  6. hmm,,usia senja seharusnya menjadi usia yg indah,,
    dimana mereka yg menjadi semakin lansia akan menjadi seperti anak2 kembali,,
    bermain bersama cucu2 kecilnya,,

    sip,,, bener tuh,,
    tp ada yang tetap harus berjuang melanjutkan hidup….

  7. Wew..
    Hidup memang harus..
    Diperjuangkan..
    Hehehe..
    Met knal ya ce..😉

    memang iyak,,, setuju,,,
    tp kq sampe sebegitunya ya,,, gk tega liatnya,,,

    met kenal jg,, makasi dah mampir kesini,,,

  8. wah kasihan sekali yah masih harus berjuang untuk hidupnya dan keluarganya di usia senja..

    salut buat kakek!

    iyak,, gak tega dech liatnya,,

  9. mrin9is dan miris..😦
    nda pernah te9a melihatnya,diusia senja masih harus berjuan9 keras untuk hidupna..

    aku serin9 bertemu d9 kakek2 entah usiana brapa,yan9 apsti suda san9ad sepuh,bhakan berjalanna suda membun9kuk dan tertatih,masih bekerja sb9i pemulun9😦

    lain kali i’ll take him on mY blo9… jika bisa…

    iyak,,, gak tega wi3nd liatnya,,, duh,, kq ampe segituhnya ,,,,

  10. Kita semua pasti tua … dan kita semua menuju kesana, sudah cukupkah amal ibadah kita untuk menyongsong raga yang mulai renta yang mungkin sulit untuk ibadah nanti🙂

    iyak,,,
    gmn kbarnya sist? dah lama gk kesini…

  11. Sudah kewajiban kita untuk berbakti pada orang tua, apalagi dihari tua mereka. Jasa mereka untuk menjadikan kita manusia seperti sekarang tak akan terbalas. Semoga kita semua bisa membahagiakan mereka hingga , menutup mata…

    Tapi membiarkan mereka beraktivitas (termasuk bekerja), dalam batas kemampuannya, jika mereka menginginkannya, akan juga banyak membantu mereka. Biasanya jika orang tua, setelah pensiun misalnya langsung berhenti bekerja sama sekali, mereka akan cepat sekali menjadi tua dan kadang merasa tidak dibutuhkan lagi. jadi memberi mereka peran aktif sebatas kemampuannya, itu akan baik juga..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s