Yang Kita Tahu, Tidak Tahu dan Kita Lupa

Yang Kita Tahu, mereka belum menikah sehingga kita merasa berhak bertanya mengapa mereka belum menikah.
Yang Kita Tidak Tahu, mereka sedang memperjuangkan sesuatu.
Yang Kita Lupa, Jodoh adalah misteri yang ditulis sendiri oleh Tuhan.

Yang Kita Tahu, Mereka belum dikaruniai anak sehingga merasa berhak bertanya mengapa mereka belum memiliki momongan.
Yang Kita Tidak Tahu, mereka sedang memperjuangkan sesuatu.
Yang Kita Lupa, Rezeki berupa anak adalah Pemberian Tuhan, jika Tuhan belum berkehendak maka sekuat apapun manusia berusaha, jika memang belum waktunya, ya belum waktunya.

Sama hal pasti menjadi dewasa adalah manusia cenderung menyimpan masalah sendiri, manusia akan cenderung menutup emosi mereka di depan khalayak. Manusia akan cenderung menampakkan hal yang baik-baik saja. Itulah perubahan, apabila ketika bayi manusia bebas menangis di depan umum, semakin tua hal tersebut menjadi tidak mungkin terjadi bukan? Semakin tua, manusia akan semakin menutupi apa yang cenderung membuatnya sedih dan menampakkan kondisi baik-baik saja. Seharusnya ini cukup menjadi bekal untuk berhenti bertanya mengenai takdir Tuhan.

Apa yang bisa disimpulkan? Kita tidak tahu kondisi yang sedang dialami lawan bicara kita, hingga kita sampai pada fase tersebut. Banyak orang berdalih bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut ya anggap saja doa. Tapi banyak pula yang lupa, Doa yang paling tulus adalah Mendoakan diam-diam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s