I Learned the meaning of love from my mother and my dad is my first love.

20151004_103550.jpg

My Lovely Mamaq & Bapak

Saya dibesarkan dilingkungan keluarga atau tepatnya orang tua yang sangat lembut dan selalu mengutamakan wanita. Selama saya dibesarkan orang tua saya, saya menerima perlakuan yang sangat baik. Kedua orang tua saya tidak pernah marah dengan kasar atau membentak saya maupun adik saya. Karena kami akan takut jika kami lihat raut wajah orang tua kami yang sudah tidak mengenakkan. Lantas kami akan meninggalkan apa yang membuat mereka marah. Dengan orang tua, saya sering bercerita tentang banyak hal baik tentang teman, keluarga atau tentang pekerjaan. Tidak pernah ada yang bisa saya tutup tutupi dari orang tua saya. Saya sudah menganggap kedua orang tua saya seperti teman, sahabat dan teman curhat. Bapak akan selalu memenuhi keinginan atau impian setiap anak perempuannya, walaupun dia harus menghemat utk kebutuhannya sendiri. Dia rela capek dan lelah demi anak-anaknya terlebih kepada anak perempuannya.

Bapak tidak akan pernah menyuruh anaknya melakukan hal yang dia anggap berat, walaupun jika kami kerjakan, itu tidaklah seberapa berat. Tapi dia tidak ingin tangan anak perempuannya melakukan itu selama ada beliau.

Kalau mamaq, mamaq lebih membuat kami jadi anak perempuan mandiri, mengajarkan kami utk rapi, rajin dan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan perempuan. Bahkan untuk belajar masakpun dia pasti akan jadi sponsor utama anak-anak perempuannya. Dan bapak pasti selalu jadi team icip-icipnya, dia akan tetap berkata enak, walaupun terkadang masakan anaknya keasinan atau kemanisan. Kemanapun saya pergi, jika saya pulang ke rumah, pasti yg pertama x saya cari adalah mamq, dan kebiasaan itu berlangsung hingga sekarang, tidak pernah berubah. Kebiasaan saya dirumah adalah setiap pulang dari mana pun, saya akan selalu bercerita banyak dengan mamaq, tentang yang saya alami, tentang yang saya kerjakan bahkan tentang kejadian-kejadian yang gak penting, pasti saya ceritain.

Bagaimana mungkin saya tidak mencintai mereka lebih dari diri saya sendiri?? Haa???… karena mereka itu adalah bagian dari diri saya. Bagian dari hidup saya, yang tidak akan pernah ada gantinya, tidak akan pernah ada dua nya. Apalagi saat sekarang saya harus segera pindah dari rumah mereka dan tinggal dirumah baru saya. Rasanya itu berattt sekali, semakin saya mau pindah, semakin saya sedih karena harus meninggalkan mereka berdua dimasa tuanya.

Jika saya lihat-lihat, mereka sekarang sudah terlihat tua dimakan usia. Misi utama saya adalah membahagiankan mereka, itu saja. Salah satunya adalah membeli rumah, dan alhmadulillah sudah saya wujudkan. Karena dari kemarin-kemarin, orang tua kami ingin melihat anak-anaknya memiliki rumah sendiri, tidak tinggal menumpang dengannnya atau dengan mertua. Dan melihat anak-anaknya memiliki rumah adalah kebahagian sendiri bagi mereka. Mungkin mereka sedih juga saat saya tinggalkan mereka berdua, tapi pasti kebahagiaan mereka lebih besar dari rasa sedihnya. Karena dia telah melihat anaknya mandiri seutuhnya dengan keluarganya.

Jika anak perempuannya yang paling bontot sekarang sudah dibawa juga oleh suaminya ke suatu kota dengan jarak puluhan kilometer, mungkin saat melepasnya itulah kesedihan terdalam dari mereka. Tapi kesedihan itupun tidak seberapa dibanding dengan kebahagian mereka. Karena mereka sudah merestui anak gadisnya untuk dijaga oleh orang yang tepat. Jika rindu melandanya, pasti diam-diam dia akan melihat-lihat foto pernikahan anaknya. Memandang erat wajah anaknya, memperhatikan satu demi satu setiap foto.

Ahhh,,, Bapak dan Mamaq memang tidak pernah mengatakan “kami sayang kalian” secara langsung, tapi untuk setiap tindakan, setiap perlakuan dan setiap perhatian sudah mencerminkan lebih dari sekedar kata “kami sayang kalian”. Jika ada kata-kata yang bisa menggambarkan lebih dari itu, mungkin itu kata-kata yang akan saya pakai.

Allah sudah sangat tepat memilihkan mereka menjadi orang tua saya. Dan mudah-mudahan mereka juga merasa tepat memiliki anak seperti saya. Didalam hidup ini, saya hanya memilih pasangan hidup, sedangkan orangtua, anak dan saudara, Allah lah yang memilihkan tanpa campur tangan saya. Dan Alhamdulillah saya mensyukuri itu semua.

Saya ingin bertanya banyak tentang bagaimana mereka membesarkan saya, hingga saya memiliki begitu banyak cinta untuk mereka. Saya memiliki begitu banyak kasih sayang untuk mereka hingga saat ini. Apa rahasia mereka?? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, saya memang begitu sangat mencintai dan menyayangi mereka. Dan nanti saya ingin menjadi orang tua seperti mereka, yang dekat dengan anak-anaknya dan mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.

 

Happy Birthday Bapak,,,,,,,,,, (26 March 2016)

Happy Birthday Mamaq,,,,,,,, (12 April 2016)

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya kepada Kalian berdua malaikat kami, Semoga Allah senantiasa memberikan Kesehatan, Kebahagian dan Akhlak yang baik kepada kami anak-anakmu. Agar Kalian merasa bangga memiliki anak seperti kami. Aamiin ya Rabbalalamin..

Jika diwaktu yg lalu atau esok lusa kami melukai perasaan kalian, maka maafkanlah kami. Agar tidak terhalang berkah Allah kepada kami. Jangan pernah lelah untuk mengingatkan kami kepada kebaikan, mengingatkan kami untuk menjadi anak yang lebih baik lagi, anak yang senantiasa berbakti kepada Kalian. We Love You To The  Moon and Back…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s