Anak adalah Hak Allah

Mungkin saya sudah selama 3 tahun 5 bulan ini menghadapi bermacam pertanyaan kenapa dan apa penyebab kami belum punya keturunan, dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang sering dilontarkan kepada saya ataupun mungkin suami saya karena melihat kondisi kami. Mungkin diantara mereka ada yang ikhlas mendoakan agar kami segera diberikan keturunan, ada yang merasa kasihan, ada yang merasa iba dan bahkan tidak jarang ada yang mencemooh.

Dan segala macam pertanyaan itu terkadang membuat saya pribadi menjadi stres, sedih bahkan menangis, yang pasti bukan di depan si pemberi pertanyaan2 itu. Mungkin kalian tidak tahu bagaimana kami berusaha, bagaimana kami berdoa dan memohon agar diberikan keturunan. Tapi kami mohon untuk tidak memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami menjadi seperti terdakwa, seolah-olah kamilah yang membuat sehingga kami tidak bisa memiliki keturunan/anak.

Satu hal yang kami yakini hingga saat ini adalah “Anak atau Keturunan itu adalah Hak Allah”. Kami sebagai manusia tidak memiliki Hak itu. Hanya Dia lah yang memilikinya. Jadi jangan memberi pertanyaan yang kami sendiri tidak bisa menjawabnya. Jangan menyudutkan kami atau mencela kami dengan pertanyaan2 yang menyakitkan itu. Cukup doakan kami dan berikan semangat.  Yang saya tahu, hamil itu bukan seperti pertandingan makan kerupuk, siapa yang paling cepat habis, dia yang menang. Sebagai perempuan saya sangat merindukan untuk memiliki keturunan yang lahir dari rahim saya sendiri dan saya ingin membesarkannya dengan ilmu agama agar dia menjadi pelindung saya di dunia dan akhirat, sehingga dia bisa membawa kami ke Surga-Nya kelak, Aamiin…

Walau belum memiliki anak, hingga sekarang kami tetap bahagia dalam berumahtangga, kami bisa menjadi partner yang baik dalam menjalani bahtera rumah tangga kami. Syukur alhamdulillah keluarga masih tetap mendoakan kami tanpa memberikan pertanyaan atau tekanan kepada kami berdua. Ini adalah rancangan Allah dan kami masih tetap semangat menjalani setiap rancangannya.

QS. As-Syura: 49 – 50

Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” (QS. As-Syura: 49 – 50).

Surat diatas sering saya baca saat saya merasa sedih, sepi dan menangis. Surat tersebut seperti menjadi obat dari penantian panjang saya dalam perjuangan ini. Perjuangan untuk memperoleh keturunan, saya tetap akan berusaha, berdoa dan berjuang. Saya yakin Allah sudah menentukan bahwa penantian ini harus saya jalani. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya untuk penantian kami dan pernikahan kami ini.

Si Dia Datang Lagi

Sudah sempat kegeeran, seneng dan agak gimana gitu pas tau kalo udah telat 2 hari dari tanggal biasanya harusnya haid… Eeehhh,, pas nyampe kantor tadi,, kq rada-rada risih dan gak nyaman, kayak tanda-tanda c M mau dateng. Langsunglah ke Toilet, periksa, memang haid atau tidak, dengan perasaan yang masih campur aduk,, Eehhh,, ternyata iya. c M datang tepat waktu setiap bulannya…

Saya memang di PHP-in sama c M yang dateng agak telat. Untuk seorang wanita seperti saya yang memang sedang menunggu kehamilan, ketika c M datang, maka saya rasanya sepertiii,,, hmmm,,, gimana gitu la pokoke… Sedih campur penasaran, campur kesel, campur berharap, campur-campur dech pokoke..

Tapi Alhamdulillah saya masih tetap berharap tanpa putus asa berusaha untuk hamil, Doakan saya dan suami yah……

Saya percaya saya hanya perlu banyak berdoa dan memohon kepada Allah, agar segera diberikan kesempatan untuk hamil dan jadi ibu. Semoga Allah juga senantiasa memberikan kesabaran kepada saya dan suami untuk tetap berusaha tanpa kenal putus asa. Semoga Allah juga meridhoi dan memberkahi usaha kami untuk memperoleh Keturunan, Aamiin Aamiin ya Rabbalalamin…

Kunjungan Ke-2

Hari ini adalah hari keluar hasil tes Hormon saya, setelah jam pulang kantor biasanya saya dijemput suami, tapi karena suami agak telat pulang, akhirnya saya minta di jemput Bapak. Sekitar pukul 18.00 saya langsung menuju ke Lab. untuk mengambil hasilnya. Iseng di dalam mobil saya langsung la buka hasil tes tersebut. Tapi karena memakai bahasa kedokteran, saya ndak ngerti bacanya.

Sampai dirumah suami sudah pulang, langsung suami baca hasil cek yang dari Lab. Tapi sepertinya kita sama-sama tidak mengerti membacanya. Dan sempat terjadi Drama, Tiba-tiba saya nangis sejadi-jadinya karena saya takut jika hasilnya itu ternyata buruk. Dalam keadaan seperti itu suami saya dapat menenangkan saya. Walau tetap saja sedih dan keluar airmata. *Saya ini memang terlalu berlebihan ya?? Dan dalam perjalanan menuju ke Praktek Dokter, saya masih saja menangis, membayangkan hal yang tidak-tidak dari hasil cek hormon tersebut.

Begitu sampai di Praktek Dokter, kami hanya menunggu sekitar 10 menit, hari itu memang sepi pasiennya, karena malam itu hujan deras. Setelah itu kami langsung masuk ke Ruangan Dokter, dan dokter membaca hasil cek hormon saya, dan Dokter berkata bahwa hasilnya bagus. Dan dokter berkata bahwa semua tes yang saya lakukan hasilnya baik, Berarti tinggal menunggu Kehendak-Nya. Langsung lega perasaan saya, ternyata saya sehat. Dan Dokter menyarankan kami untuk datang kembali di hari pertama Haid, jika memang haid, tapi semoga tidak haid dan dinyatakan hamil ya, Aamiin.. Jadi kalaupun harus ke Dokter lagi itu sudah merupakan kunjungan untuk mengecek Kehamilan, Aamiin…

 

 

Cek Hormon

Hari ini adalah waktunya untuk Cek Hormon, saya sengaja mengambil cuti 1 hari, agar tidak terganggu kerjaan dan proses ini. Ohhh iya, hari ini juga bertepatan dengan Ulang Tahun Pernikahan Kedua Orang Tua saya tercinta yang ke-38 Tahun… Ulang Tahun pernikahan yang menurut saya luar biasa, di Usia pernikahan ke-38 Tahun ini, orang tua saya sudah menikahkan ke-5 anaknya, dan sekarang sudah memiliki 7 orang cucu. Sekarang mereka tinggal menikmati masa tua, Semoga Mereka senantiasa Bahagia, Sehat Selalu, Bahagian Dunia dan Akhirat. Semoga daku bisa menambahkan kebahagian mereka dengan memberikan Cucu, Aamiin ya Rabbalalamin…..

Ok,,, Kita lanjut mengenai Cek Hormon ya…

Tepat jam 08.00 Wib, saya langsung ke Laboratorium yang ditunjuk oleh Dokter untuk melakukan Cek Hormon, yang di tes saat itu adalah AMH (Anti Mullerian Hormon) dan Progesteron. Disana saya langsung ketemu dengan CS nya, dan mbak-mbak itu menginput segala macem data-data termasuk meminta KTP saya, dan dia memberitahukan biaya pengecekannya, yaitu Rp. 967.00, ya, hanya untuk Cek 2 Macam Hormon tersebut. Dan mbak-mbak CS bilang jika hasilnya akan keluar setelah 4 hari, (Lamaa yaa). Hasilnya bisa diambil Tanggal 01 Desember 2015 nanti baru keluar sekitar jam 17.00. Setelah itu Petugas Lab nya langsung mengambil darah saya sekitar 1 ampul (apa sich istilah nya ini selain ampul). Ok, saya  memang paling tidak suka di suntik, tapi ini demi, ya sudahlah tidak apa.

Proses ini tidak lama, hanya sekitar 1 jam lah. Jam 09.00 saya sudah bisa pulang.. Tinggal menunggu hasilnya… Semoga hasilnya Bagus,,,, Aamiin ya Rabbalalamin…