Apalah Arti Sebuah Nama

Myryani

Apalah arti sebuah nama….

Nama blog ini Myryani, sepertinya jauh dari sebutan nama saya sehari-hari. Sempat teman-teman blogger memanggil saya Myryani, padahal nama saya kan Emy Suryani. Nah,, Asal kata Myryani adalah dari eMY suRYANI

Dulu pertama kali buat blog, pengen buat nama blognya emy, tapi sepertinya terlalu mainstream, hihihi… jadilah dengan memikirkan dengan sangat keras muncul lah ide untuk membuat nama blog ini Myryani. Agak ribet memang mengingat tulisannya. Terkadang orang-orang menuliskan nama saya Emi Suriani, sedangkan tulisan nama saya adalah Emy Suryani. Apalagi jika orang-orang harus mengingat nama blog saya, waduh,, pusing mungkin ya nyariin blog saya. You can call me Emi but You can write my name Emy. Saya kurang suka jika ada orang yang menuliskan nama saya dengan Emi. Rada risih gimana gitu ya.

Myryani tidak memiliki arti khusus buat saya, Myryani hanya singkatan nama lengkap saya. Tapi dari Myryani ini saya mendapatkan banyak teman baru. Mulai dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari sekedar teman ngeblog, sampai jadi seperti saudara. Ahhh betapa indah dunia Blogger ini, bisa mendekatkan yang jauh, dan merapatkan yang dekat….

 

QS. As-Syura: 49 – 50

Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” (QS. As-Syura: 49 – 50).

Surat diatas sering saya baca saat saya merasa sedih, sepi dan menangis. Surat tersebut seperti menjadi obat dari penantian panjang saya dalam perjuangan ini. Perjuangan untuk memperoleh keturunan, saya tetap akan berusaha, berdoa dan berjuang. Saya yakin Allah sudah menentukan bahwa penantian ini harus saya jalani. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya untuk penantian kami dan pernikahan kami ini.

Pejuang Rumah

Alhamdulillah sudah melakukan transaksi dan tinggal menunggu administrasi surat menyurat.

Semoga Allah memberikahi rumah yang kami beli, Semoga Allah meringankan kami untuk memenuhi segala kewajiban kami, Semoga Allah senantiasa memurahkan rezeki kami dan memberikan kesehatan kepada kami sekeluarga.

Semoga Bapakku segera sembuh dari Sakit Prostat dan Batu Ginjal nya, Aamiin Ya Rabbalalamin…

Cek Hormon

Hari ini adalah waktunya untuk Cek Hormon, saya sengaja mengambil cuti 1 hari, agar tidak terganggu kerjaan dan proses ini. Ohhh iya, hari ini juga bertepatan dengan Ulang Tahun Pernikahan Kedua Orang Tua saya tercinta yang ke-38 Tahun… Ulang Tahun pernikahan yang menurut saya luar biasa, di Usia pernikahan ke-38 Tahun ini, orang tua saya sudah menikahkan ke-5 anaknya, dan sekarang sudah memiliki 7 orang cucu. Sekarang mereka tinggal menikmati masa tua, Semoga Mereka senantiasa Bahagia, Sehat Selalu, Bahagian Dunia dan Akhirat. Semoga daku bisa menambahkan kebahagian mereka dengan memberikan Cucu, Aamiin ya Rabbalalamin…..

Ok,,, Kita lanjut mengenai Cek Hormon ya…

Tepat jam 08.00 Wib, saya langsung ke Laboratorium yang ditunjuk oleh Dokter untuk melakukan Cek Hormon, yang di tes saat itu adalah AMH (Anti Mullerian Hormon) dan Progesteron. Disana saya langsung ketemu dengan CS nya, dan mbak-mbak itu menginput segala macem data-data termasuk meminta KTP saya, dan dia memberitahukan biaya pengecekannya, yaitu Rp. 967.00, ya, hanya untuk Cek 2 Macam Hormon tersebut. Dan mbak-mbak CS bilang jika hasilnya akan keluar setelah 4 hari, (Lamaa yaa). Hasilnya bisa diambil Tanggal 01 Desember 2015 nanti baru keluar sekitar jam 17.00. Setelah itu Petugas Lab nya langsung mengambil darah saya sekitar 1 ampul (apa sich istilah nya ini selain ampul). Ok, saya  memang paling tidak suka di suntik, tapi ini demi, ya sudahlah tidak apa.

Proses ini tidak lama, hanya sekitar 1 jam lah. Jam 09.00 saya sudah bisa pulang.. Tinggal menunggu hasilnya… Semoga hasilnya Bagus,,,, Aamiin ya Rabbalalamin…

Yang Kita Tahu, Tidak Tahu dan Kita Lupa

Yang Kita Tahu, mereka belum menikah sehingga kita merasa berhak bertanya mengapa mereka belum menikah.
Yang Kita Tidak Tahu, mereka sedang memperjuangkan sesuatu.
Yang Kita Lupa, Jodoh adalah misteri yang ditulis sendiri oleh Tuhan.

Yang Kita Tahu, Mereka belum dikaruniai anak sehingga merasa berhak bertanya mengapa mereka belum memiliki momongan.
Yang Kita Tidak Tahu, mereka sedang memperjuangkan sesuatu.
Yang Kita Lupa, Rezeki berupa anak adalah Pemberian Tuhan, jika Tuhan belum berkehendak maka sekuat apapun manusia berusaha, jika memang belum waktunya, ya belum waktunya.

Sama hal pasti menjadi dewasa adalah manusia cenderung menyimpan masalah sendiri, manusia akan cenderung menutup emosi mereka di depan khalayak. Manusia akan cenderung menampakkan hal yang baik-baik saja. Itulah perubahan, apabila ketika bayi manusia bebas menangis di depan umum, semakin tua hal tersebut menjadi tidak mungkin terjadi bukan? Semakin tua, manusia akan semakin menutupi apa yang cenderung membuatnya sedih dan menampakkan kondisi baik-baik saja. Seharusnya ini cukup menjadi bekal untuk berhenti bertanya mengenai takdir Tuhan.

Apa yang bisa disimpulkan? Kita tidak tahu kondisi yang sedang dialami lawan bicara kita, hingga kita sampai pada fase tersebut. Banyak orang berdalih bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut ya anggap saja doa. Tapi banyak pula yang lupa, Doa yang paling tulus adalah Mendoakan diam-diam.