Bayi Newborn

Saya happy tiap kali lihat bayi baru lahir. Baik itu bayi temen, keluarga, sahabat, tetangga bahkan artis sekalipun.
Saya happy ketika bayi2 mungil itu hilir mudik berganti menghiasi dp bbm, facebook, path atau wa. Ahhh saya seperti merasakan juga atmosfir kebahagiaan ayah dan bundanya karena sudah memiliki bayi.

Jika banyak yg bilang bahwa bayi-bayi mungil itu adalah malaikat kecil yg dikirim Allah buat sepasang suami istri, saya sangat menyetujuinya.

Kehadiran bayi-bayi mungil itu juga membawa kebahagian tersendiri buat saya pribadi. Yg notabene masih menunggu bayi yg akan saya kandung dan saya lahirkan. Semoga Allah meridhoi keinginan ini.

Setiap kali ada temen2 yg baru melahirkan tidak pernah bosan-bosannya saya untuk minta didoakan agar segera memiliki bayi juga.

Kita tidak pernah tahu doa siapa yg akan dikabulkan Allah. Saya yakin dan percaya suatu hari nanti Allah akan menjawab doa-doa kami.

Untuk semua calon ibu yg sedang menunggu buah hati, kita harus semangat yah, ikhtiar dan doa nya harus tetap jalan.

Anak adalah Hak Allah

Mungkin saya sudah selama 3 tahun 5 bulan ini menghadapi bermacam pertanyaan kenapa dan apa penyebab kami belum punya keturunan, dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang sering dilontarkan kepada saya ataupun mungkin suami saya karena melihat kondisi kami. Mungkin diantara mereka ada yang ikhlas mendoakan agar kami segera diberikan keturunan, ada yang merasa kasihan, ada yang merasa iba dan bahkan tidak jarang ada yang mencemooh.

Dan segala macam pertanyaan itu terkadang membuat saya pribadi menjadi stres, sedih bahkan menangis, yang pasti bukan di depan si pemberi pertanyaan2 itu. Mungkin kalian tidak tahu bagaimana kami berusaha, bagaimana kami berdoa dan memohon agar diberikan keturunan. Tapi kami mohon untuk tidak memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami menjadi seperti terdakwa, seolah-olah kamilah yang membuat sehingga kami tidak bisa memiliki keturunan/anak.

Satu hal yang kami yakini hingga saat ini adalah “Anak atau Keturunan itu adalah Hak Allah”. Kami sebagai manusia tidak memiliki Hak itu. Hanya Dia lah yang memilikinya. Jadi jangan memberi pertanyaan yang kami sendiri tidak bisa menjawabnya. Jangan menyudutkan kami atau mencela kami dengan pertanyaan2 yang menyakitkan itu. Cukup doakan kami dan berikan semangat.  Yang saya tahu, hamil itu bukan seperti pertandingan makan kerupuk, siapa yang paling cepat habis, dia yang menang. Sebagai perempuan saya sangat merindukan untuk memiliki keturunan yang lahir dari rahim saya sendiri dan saya ingin membesarkannya dengan ilmu agama agar dia menjadi pelindung saya di dunia dan akhirat, sehingga dia bisa membawa kami ke Surga-Nya kelak, Aamiin…

Walau belum memiliki anak, hingga sekarang kami tetap bahagia dalam berumahtangga, kami bisa menjadi partner yang baik dalam menjalani bahtera rumah tangga kami. Syukur alhamdulillah keluarga masih tetap mendoakan kami tanpa memberikan pertanyaan atau tekanan kepada kami berdua. Ini adalah rancangan Allah dan kami masih tetap semangat menjalani setiap rancangannya.

Sahur Berdua

Laughing Caucasian baby girl

Foto From Google

Selama saya dan suami menikah, baru tahun ini kita merasakan Sahur hanya berdua. Biasanya sahur bersama Bapak, Mamaq + Adek Tersayang. Tahun ini sangat berbeda, karena kami sudah berumah sendiri, jadi kami sahur dirumah, dengan tetap menu sahurnya masakan Mamaq tersayang. Dan ditahun ini juga adek saya sahur perdana dengan suaminya. Yang artinya, Bapak dan Mamaq sahurnya hanya berdua. Hikss…

Tapi walaupun begitu, untuk setiap buka puasa, saya dan suami tetap berbuka di rumah orangtua. Tidak pernah buka dirumah kami sendiri. Agar saat berbuka, bisa berkumpul dengan orangtua saya. Terkadang kami membawa ponakan saya ke rumah, agar rumah terasa ramai dengan hadirnya.

Semoga ini tahun terakhir kami sahur berdua, semoga tahun depan sudah sahur bersama buah hati kami, Aamiin… (minta didoain). Kami tidak pernah putus berdoa agar kami segera diberikan keturunan. Di Ramadhan yang penuh berkah ini, semoga Allah mengabulkan doa-doa kami. Aamiin ya Rabbalamin..

Happy Fasting ya buat yang menjalankannya..

I Learned the meaning of love from my mother and my dad is my first love.

20151004_103550.jpg

My Lovely Mamaq & Bapak

Saya dibesarkan dilingkungan keluarga atau tepatnya orang tua yang sangat lembut dan selalu mengutamakan wanita. Selama saya dibesarkan orang tua saya, saya menerima perlakuan yang sangat baik. Kedua orang tua saya tidak pernah marah dengan kasar atau membentak saya maupun adik saya. Karena kami akan takut jika kami lihat raut wajah orang tua kami yang sudah tidak mengenakkan. Lantas kami akan meninggalkan apa yang membuat mereka marah. Dengan orang tua, saya sering bercerita tentang banyak hal baik tentang teman, keluarga atau tentang pekerjaan. Tidak pernah ada yang bisa saya tutup tutupi dari orang tua saya. Saya sudah menganggap kedua orang tua saya seperti teman, sahabat dan teman curhat. Bapak akan selalu memenuhi keinginan atau impian setiap anak perempuannya, walaupun dia harus menghemat utk kebutuhannya sendiri. Dia rela capek dan lelah demi anak-anaknya terlebih kepada anak perempuannya.

Bapak tidak akan pernah menyuruh anaknya melakukan hal yang dia anggap berat, walaupun jika kami kerjakan, itu tidaklah seberapa berat. Tapi dia tidak ingin tangan anak perempuannya melakukan itu selama ada beliau.

Kalau mamaq, mamaq lebih membuat kami jadi anak perempuan mandiri, mengajarkan kami utk rapi, rajin dan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan perempuan. Bahkan untuk belajar masakpun dia pasti akan jadi sponsor utama anak-anak perempuannya. Dan bapak pasti selalu jadi team icip-icipnya, dia akan tetap berkata enak, walaupun terkadang masakan anaknya keasinan atau kemanisan. Kemanapun saya pergi, jika saya pulang ke rumah, pasti yg pertama x saya cari adalah mamq, dan kebiasaan itu berlangsung hingga sekarang, tidak pernah berubah. Kebiasaan saya dirumah adalah setiap pulang dari mana pun, saya akan selalu bercerita banyak dengan mamaq, tentang yang saya alami, tentang yang saya kerjakan bahkan tentang kejadian-kejadian yang gak penting, pasti saya ceritain.

Bagaimana mungkin saya tidak mencintai mereka lebih dari diri saya sendiri?? Haa???… karena mereka itu adalah bagian dari diri saya. Bagian dari hidup saya, yang tidak akan pernah ada gantinya, tidak akan pernah ada dua nya. Apalagi saat sekarang saya harus segera pindah dari rumah mereka dan tinggal dirumah baru saya. Rasanya itu berattt sekali, semakin saya mau pindah, semakin saya sedih karena harus meninggalkan mereka berdua dimasa tuanya.

Jika saya lihat-lihat, mereka sekarang sudah terlihat tua dimakan usia. Misi utama saya adalah membahagiankan mereka, itu saja. Salah satunya adalah membeli rumah, dan alhmadulillah sudah saya wujudkan. Karena dari kemarin-kemarin, orang tua kami ingin melihat anak-anaknya memiliki rumah sendiri, tidak tinggal menumpang dengannnya atau dengan mertua. Dan melihat anak-anaknya memiliki rumah adalah kebahagian sendiri bagi mereka. Mungkin mereka sedih juga saat saya tinggalkan mereka berdua, tapi pasti kebahagiaan mereka lebih besar dari rasa sedihnya. Karena dia telah melihat anaknya mandiri seutuhnya dengan keluarganya.

Jika anak perempuannya yang paling bontot sekarang sudah dibawa juga oleh suaminya ke suatu kota dengan jarak puluhan kilometer, mungkin saat melepasnya itulah kesedihan terdalam dari mereka. Tapi kesedihan itupun tidak seberapa dibanding dengan kebahagian mereka. Karena mereka sudah merestui anak gadisnya untuk dijaga oleh orang yang tepat. Jika rindu melandanya, pasti diam-diam dia akan melihat-lihat foto pernikahan anaknya. Memandang erat wajah anaknya, memperhatikan satu demi satu setiap foto.

Ahhh,,, Bapak dan Mamaq memang tidak pernah mengatakan “kami sayang kalian” secara langsung, tapi untuk setiap tindakan, setiap perlakuan dan setiap perhatian sudah mencerminkan lebih dari sekedar kata “kami sayang kalian”. Jika ada kata-kata yang bisa menggambarkan lebih dari itu, mungkin itu kata-kata yang akan saya pakai.

Allah sudah sangat tepat memilihkan mereka menjadi orang tua saya. Dan mudah-mudahan mereka juga merasa tepat memiliki anak seperti saya. Didalam hidup ini, saya hanya memilih pasangan hidup, sedangkan orangtua, anak dan saudara, Allah lah yang memilihkan tanpa campur tangan saya. Dan Alhamdulillah saya mensyukuri itu semua.

Saya ingin bertanya banyak tentang bagaimana mereka membesarkan saya, hingga saya memiliki begitu banyak cinta untuk mereka. Saya memiliki begitu banyak kasih sayang untuk mereka hingga saat ini. Apa rahasia mereka?? Saya tidak tahu. Yang saya tahu, saya memang begitu sangat mencintai dan menyayangi mereka. Dan nanti saya ingin menjadi orang tua seperti mereka, yang dekat dengan anak-anaknya dan mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.

 

Happy Birthday Bapak,,,,,,,,,, (26 March 2016)

Happy Birthday Mamaq,,,,,,,, (12 April 2016)

Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya kepada Kalian berdua malaikat kami, Semoga Allah senantiasa memberikan Kesehatan, Kebahagian dan Akhlak yang baik kepada kami anak-anakmu. Agar Kalian merasa bangga memiliki anak seperti kami. Aamiin ya Rabbalalamin..

Jika diwaktu yg lalu atau esok lusa kami melukai perasaan kalian, maka maafkanlah kami. Agar tidak terhalang berkah Allah kepada kami. Jangan pernah lelah untuk mengingatkan kami kepada kebaikan, mengingatkan kami untuk menjadi anak yang lebih baik lagi, anak yang senantiasa berbakti kepada Kalian. We Love You To The  Moon and Back…….

Bismillah

adab_masuk_rumah_baru_by_eiyna-d5tcddg

Pertama kali menginap di rumah yang baru kami beli beberapa bulan, rasa campur aduk, merasa asing, gak bisa tidur dan kepanasan,,, haks haks… Hampir sepanjang malam saya tidak bisa tidur, mungkin efek tidak terbiasa mungkin ya. Suami saya juga begitu, tidak bisa tidur..

Alhamdulillah ya Allah karena kami sudah bisa memiliki rumah sendiri, yang artinya kami tidak lagi menumpang di rumah orang tua saya. Karena sejak menikah, kami tinggal disana. Tapi ada rasa yang saya sebut cemewew saat saya pergi ke rumah kami sendiri dan meninggalkan rumah orang tua saya. Sebagai anak perempuan, saya ingin tetap bisa merawat orang tua saya, minimal menjaga mereka disana. Tapi kami tetap harus hidup mandiri, tidak boleh bergantung terus menerus. Dengan kami memiliki rumah sendiri, pasti mereka senang sudah bisa melihat anaknya mandiri. Saya ini memang anak perempuan yang sangatttttt mencintai orang tua saya, orang tua yang sangattt bijak sedunia. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi orangtua, dan saya ingin menjadi orang tua seperti mereka, yang bisa membuat anak perempuannya ini sangat jatuh cinta kepada mereka. Jika orang tua adalah Wakil dari Allah, maka karena restu mereka dan seizin Allah lah kami bisa memiliki rumah.

Semoga di rumah yang baru, kami serasi, sehat-sehat, dimurahkan rezekinya, cepat diberikan keturunan, dan semua yang baik-baik untuk kami, Aamiin….

Masya Allah La Quwwata Illa Billah (Sungguh Atas Kehendak Allah Semua ini Terwujud, Tiada Kekuatan Kecuali dengan Pertolongan Allah)

QS. As-Syura: 49 – 50

Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia memberi anak laki-laki kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Atau Dia memberi sepasang anak perempuan dan laki-laki. Dia juga yang menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki sebagai orang mandul. Sesunguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.” (QS. As-Syura: 49 – 50).

Surat diatas sering saya baca saat saya merasa sedih, sepi dan menangis. Surat tersebut seperti menjadi obat dari penantian panjang saya dalam perjuangan ini. Perjuangan untuk memperoleh keturunan, saya tetap akan berusaha, berdoa dan berjuang. Saya yakin Allah sudah menentukan bahwa penantian ini harus saya jalani. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya untuk penantian kami dan pernikahan kami ini.